Menjaga Kesehatan Ketika Bepergian Ke Luar Negeri

Bepergian ke luar negeri menjadi salah satu alternatif liburan. Selain itu, berbagai macam aktifitas lain seperti belajar/studi serta berbisnis juga bisa dilakukan Ketika bepergian ke luar negeri. Di wilayah yang tidak sama seperti di Indonesia, tentunya memiliki perbedaan suasana, cuaca, serta bentuk penyakit. Agar bisa terhindar dari penyakit di luar negeri, Vaksinasi Internasional merupakan solusi utama.

Vaksinasi Internasional merupakan bagian yang diwajibkan atau direkomendasikan untuk sesorang yang akan melakukan perjalanan ke suatu negara khususnya ke wilayah endemis. Berlibur atau berkunjung ke suatu negara membuat sudah pasti memiliki kemungkinan terpapar berbagai penyakit.

Vaksinasi internasional cukup beragam dan sangat dibutuhkan bagi wisatawan luar negeri, atau yang menempuh pendidikan di luar negeri. Selain itu Vaksinasi juga dapat mencegah dan menurunkan kemungkinan terpapar seseorang terjangkit penyakit dan mencegah transmisi penyakit antar negara.

Beberapa penyakit yang bisa diturunkan resiko terpapar oleh vaksin, yaitu :

  1. Demam Kuning

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) membagi vaksinasi perjalanan menjadi tiga kategori, yaitu vaksinasi rutin, direkomendasikan dan diperlukan. Satu-satunya vaksin yang diklasifikasikan sebagai “wajib” oleh Peraturan Kesehatan Internasional adalah vaksinasi demam kuning untuk perjalanan ke negara-negara tertentu di Afrika dan Amerika Selatan.

Demam kuning adalah penyakit demam berdarah (hemoragik) virus  akut  yang ditularkan  oleh nyamuk yang terinfeksi virus penyebab demam kuning. Penyebab penyakit demam kuning adalah virus yang tergolong dalam genus Flavivirus, kelompok besar virus RNA. Di kawasan hutan, secara alamiah virus demam kuning hidup dan memperbanyak diri pada tubuh primata selain manusia, biasanya monyet dan simpanse.

  1. Ensafatilis

Ensefalitis adalah peradangan parenkim otak yang berhubungan dengan disfungsi neurologis seperti penurunan kesadaran, kejang, perubahan kepribadian, kelumpuhan saraf kranial, gangguan bicara, dan defisit motorik dan sensorik. Ensefalitis dapat disebabkan oleh etiologi infeksi seperti virus dan bakteri, serta etiologi noninfeksi seperti proses autoimun.

Japanese encephalitis adalah penyakit radang otak akibat virus, yang paling banyak terjadi di kawasan Asia. Virus Japanese encephalitis adalah virus golongan flavivirus.

Penularan virus tersebut sebenarnya hanya terjadi antara nyamuk Culex, tepatnya jenis Culex tritaeniorhynchus. Selain nyamuk, virus juga bisa ditularkan melalui kontak dengan babi dan burung rawa.

Sebagian besar orang yang terinfeksi virus penyakit ini hanya akan mengalami gejala ringan, bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, penyakit ini berisiko menimbulkan gejala parah yang berhubungan dengan radang otak alias encephalitis.

Meski terdapat kata Japanese pada namanya, penyakit ini tidak serta merta hanya terjadi di Jepang saja. Memang, penyakit ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1871 dengan istilah summer encephalitis.

 

Sumber :

https://www.alomedika.com/penyakit/neurologi/ensefalitis

https://hellosehat.com/infeksi/vaksin-liburan-ke-luar-negeri/